Senin, 19 Oktober 2015

Pengertian Sediaan Cair ( Liquid )

Ilmu Farmasi : Sediaan cair atau potio adalah obat minum dengan penggunaan secara oral yang berupa sirup, larutan suspensi atau emulsi. secara umum formulasi untuk sediaan cair antara lain :
bahan obat/zat aktif

  • pelarut
  • pembantu pelarut (kosolven)
  • dapar
  • pemanis
  • pengawet
  • air suling


Pelarut

umumnya digunakan air suling atau air demineral/aquadest, bila obat dalam bentuk garamnya maka akan mudah larut dalam air suling, kelarutan zat aktif bergantung juga pada kesesuaian tetapan disosiasi dan pH larutannya, seperti Fenobarbital, dalam susana basa pH 8 mudah larut karna fenobarbital merupakan garam yang larut dalam air pada pH itu, tetapi bila pH diturunkan kurang dari pH 8 maka fenobarbital akan sulit untuk larut, untuk berbagai kejadian, zat yang sukar larut ditambahkan pelarut pembantu (kosolven) seperti etil alkohol, propilenglikol, gliserin, atau campuran dari pelarut-pelarut tersebut.

Dapar

Dapar diperlukan untuk menjaga/menyangga agar pH larutan tidak berubah, dengan tujuan agar kestabilan zat aktif tidak berkurang disebabkan pH, umumnya konsentrasi dapar tidak boleh melampaui 0,1 M. Untuk sediaan antibiotik penambahan dapar dimaksutkan untuk memperlambat penguraian zat aktif oleh pH yang berubah.

Pemanis

Pemanis digunakan untuk menutupi rasa tidak enak dari obat dan untuk meningkatkan keterimaan pasien dalam mengkonsumsi obat, rasa manis umumnya berasal dari sukrosa, tingkat kemanisan sukrosa dapat digolongkan menjadi :

manis ringan : kurang dari 50% sukrosa ekuivalen
manis sedang : mengandung pemanis 50-100% sukrosa ekuivalen
manis sekali : mengandung lebih dari 100% sukrosa ekuivalen
Zat-zat penambah rasa enak
Asam sitrat kadar 0,25-1,0 % biasanya digunakan untuk mengurangi rasa asin dari sediaan, dan natrium kloridadengan kadar 0,25-0,5% dapat memperbaiki rasa larutan yang sangat manis.

Pengawet

Larutan mengandung air sangat rentan akan pertumbuhan bakteri yang akan menguraikan zat-zat dalam sediaan, sehingga dapat merusak kualitas sediaan, oleh sebab itu diperlukan pengawet untuk menghentikan ataupun memperlama pertumbuhan bakteri, contoh metil paraben dan propil paraben

Pengaroma

Aroma juga diperlukan untuk menambah daya tarik obat, rasa pahit umumnya ditutupi oleh aroma coklat, sitrun, atau permen, pengaroma bisa juga berupa minyak atsiri, vanili, adas manis, coklat dan kopi.

Pewarna

terdapat 3 jenis pewarna yang boleh digunakan dalam sediaan farmasi:
zat pewarna FD & C : untuk makanan, obat, dan kosmetik
zat pewarna D & C : obat dan kosmetik
zat pewarna D & C : untuk pemakaian topikal/non oral dan kosmetik

Pembantu kestabilan

zat zat ini digunakan untuk membantu kestabilan pada sediaan :
antioksidan untuk mencegah terurainya sediaan oleh reaksi oksidasi, contoh natrim metabisulfit dan natrium bisulfit dengan kadar 0,05-0,5%
chelating agent untuk mengikat logam logam berat yang berfungsi mengkatalis reaksi menjadi kompleks, contoh dinatrium edetat dengan kadar 0,01-0,05%

Solutiones ( Larutan )

Larutan adalah sediian cair yang mengandung bahan kimia terlarut, sebagai pelarut digunakan air suling kecuali dinyatakan lain.

Eliksir adalah sediaan berupa larutan yang mempunyai rasa dan bau sedap, selain obat mengandung juga zat tambahan seperti gula atau zat pemanis lain, zat warna, zat pengawet, dan digunakan sebagai obat dalam. Sebagai pelarut utama eliksir adalah etanol yang dimaksudkan untuk mempertinggi kelarutan.

Mixture adalah sediaan cair yang mengandung bahan kimia terlarut banyak.

Contoh: Larutan penyegar cap kaki tiga Iodine povidon solution   

Cara mengenal kerusakan: 
1. Terjadinya kekeruhan atau perubahan warna 
2. Terbentuk kristal atau endapan zat padat 
3. Terjadi perubahan bau 
4. Perubahan viskositas

Suspensiones ( Suspensi )

Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. 
Zat yang terdispersi harus halus, tidak boleh cepat mengendap, bila digojog perlahan-lahan endapan harus segera terdispersi kembali. Dapat ditambahkan zat tambahan untuk menjamin stabilitas suspense tetapi kekentalan suspense harus menjamin sediaan mudah digojog dan dituang.
Macam:
1. Suspensi oral
2. Suspensi topikal termasuk didalamnya “lotio”
3. Suspensi untuk injeksi
Contoh :
1. Sanmag suspensi
2. Selsun
3. Kenacort-A injeksi

Emulsa ( Emulsi )

Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat, terdispersi dalam cairan pembawa, distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok. Merupakan sediaan yang mengandung 2 zat yang tidak tercampur, biasanya air dan minyak, dimana cairan yang satu terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam ciran yang lain.

Berdasarkan cara pemberiannya, bentuk sediaan cair digolongkan menjadi :
  • Sediaan cair oral : potions (obat minum), eliksir, sirup, guttae
  • Sediaan cair topical : collyrium, gargarisma, mouthwash, guttae nassaless, guttae opthalmicae, guttae auricularis, irigationes, inhalation, ephitema, lotion
  • Sediaan cair rectal/vagina : clysma, douche
  • Sediaan cair parenteral : injeksi

Keuntungan dan Kerugian sediaan cair

Keuntungan sediaan cair
1. Cocok untuk penderita yang suka menelan
2. Absorbsi obat lebih cepat dibandingkan dengan sediaan oral lain. Urutan kecepatan absorbsinya larutan > emulsi > suspense
3. Homogenitas lebih terjamin
4. Dosis dapat disesuaikan
5. Dosis obat lebih seragam dibandingkan sediaan padat, terutama bentuk larutan. Untuk suspense dan emulsi, keseragaman dosis tergantung pada pengocokan
6. Beberapa obat atau senyawa obat dapat mengiritasi mukosa lambung atau dirusak cairan lambung bila diberikan dalam bentuk sediaan padat. Hal ini dapat dikurangi dengan memberikan obat dalam bentuk sediaan cair karena factor pengenceran

Kerugiaan sediaan cair
1. Tidak dapat dibuat untuk senyawa obat yang tidak stabil dalam air
2. Bagi obat yang rasanya pahit atau baunya tidak enak sukar ditutupi
3. Tidak praktis
4. Takaran penggunaan obat tidak dalam dosis terbagi, kecuali sediaan dosis      tunggal, dan harus menggunakan alat khusus
5.  Air merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri dan merupakan katalis reaksi
6.  Pemberian obat harus menggunakan alat khusus atau oleh orang khusus (sediaan parenteral)